
Fakta di balik layar
Alur Season 1 terinspirasi dari skandal korupsi di sekitar Samsung Group dan pemiliknya (keluarga Lee) serta dari 'kasus Busan' ketika selama bertahun-tahun ratusan jaksa 'disponsori' dengan hadiah, pesta, dan prostitusi gratis sebagai imbalan keuntungan bisnis.
Berbeda dari drama Korea Selatan pada umumnya, serial ini dikembangkan sebagai program potensial multi-season, dengan sebagian besar proses syuting telah diproduksi terlebih dahulu sebelum penayangannya. Season 3 belum dipesan oleh tvN.
Alur Season 2 terinspirasi dari konflik nyata antara Kejaksaan dan Kepolisian pada 2020.
Catatan tentang mata uang Korea: 1 dolar AS kurang lebih setara dengan 1.000 won Korea Selatan. Jadi, kesepakatan bisnis senilai 700 miliar won kira-kira setara dengan transaksi 700 juta dolar.
Beberapa nama keluarga Korea, seperti Kim, Lee, dan Park, sangat umum. Karena itu, ada banyak karakter dalam serial ini yang bernama "Kim" - kepala polisi, sersan, pengacara, dan lainnya - yang tidak memiliki hubungan keluarga satu sama lain. Selain itu, Lee Chang-Joon, sang jaksa, adalah menantu Lee Yoon-bum, ketua Hanjo Group, tetapi mereka tidak memiliki hubungan keluarga selain itu.