
281 Fakta Menarik di Balik Layar The Matrix
Film ini sarat penghormatan pada "Alice's Adventures in Wonderland" karya Lewis Carroll, walau rujukan ke Karl Marx, Franz Kafka, Zen, dan Odyssey karya Homer juga bertebaran. Salah satu bacaan terpenting di dalamnya adalah "Simulcra and Simulation" karya filsuf Prancis Jean Baudrillard; buku itu tampak terbuka di apartemen Neo dan menjadi bacaan wajib bagi semua pemeran utama serta kru.
Wachowskis meminta Laurence Fishburne membangun aktingnya dengan berpijak pada sosok Morpheus dalam komik Sandman karya Neil Gaiman.
Gedung kantor tempat Smith menginterogasi Morpheus dibangun sebagai set raksasa, sementara pemandangan di luar jendelanya hanyalah lembar latar yang tingginya beberapa lantai.
Adegan interogasi saat tubuh Neo disusupi bug memadukan efek praktis dan digital. Ketika para agen memegangi Neo agar Agen Smith bisa mengaktifkan bug yang merayap masuk ke pusarnya, yang dipakai adalah perut prostetik; coba perhatikan cekungan kecil beberapa inci dari pusar, tempat plastiknya sedikit melengkung. Sebuah perangkat kendali jarak jauh juga dipakai untuk meniru gerak tentakel bug yang menggeliat di dalam perut. Bug-nya sendiri gabungan CGI dan animatronik: saat aktif, wujudnya CGI; saat menggeliat di perut, praktis; dan saat masuk ke pusar, kembali CGI.
Sutradara menuntut para aktor mampu memahami dan menerangkan The Matrix bukan sekadar sebagai film, melainkan sebagai filsafat. Simulacra and Simulation karya Jean Baudrillard menjadi bacaan wajib bagi sebagian besar pemeran utama dan kru. Keanu Reeves bercerita, sebelum naskah dibuka pun Wachowskis sudah menyuruhnya membaca Simulacra and Simulation, Out of Control karya Kevin Kelly, dan Introducing Evolutionary Psychology karya Dylan Evans, sampai akhirnya ia sanggup menjelaskan seluruh nuansa filosofisnya. Carrie-Anne Moss, sebaliknya, mengaku kewalahan menjalani proses itu.
Mark Wahlberg termasuk kandidat serius untuk peran Neo, dan ia sendiri berjuang keras untuk mendapatkannya.
Selesai memasukkan program latihan tempur, Tank berceletuk, "Hey Mikey, I think he likes it." Kalimat itu dipinjam dari iklan sereal Life yang populer kala itu, tentang seorang anak yang ogah makan sereal sarapan, dan kemudian sering dikutip orang dalam situasi serupa.
Dalam dunia komputer, "cookie" berarti sepotong data. The Oracle pun memberikan Neo cookie, dalam arti sebenarnya sekaligus kiasan.
Gabrielle Union ikut audisi untuk peran Trinity dan menjadikan Janet Jackson sebagai acuan. "Saya mau rambut yang keren, rambut ala Janet, dari toko wig. Saya sampai [menemukan] baju yang persis sama dengan sampul albumnya. Saya [menggambar] tahi lalat sialan itu. Saya [benar-benar] total," kenangnya. Ternyata Janet yang asli juga dipanggil audisi. "Lalu Janet masuk, sementara saya sedang cosplay jadi Janet, lengkap dengan tahi lalat gambar yang aneh," kata Union. Peran itu tak jatuh ke tangan keduanya, dan Union berkelakar, "Sepertinya kami saling menggugurkan."
Kalau diperhatikan, baju yang dikenakan The Oracle dan suasana dapurnya meminjam unsur dari "Delphic Sibyl" karya Michelangelo. Lukisan itu menggambarkan nabiah Yunani yang menubuatkan kedatangan Putra Tuhan.
Sebanyak 39 tokoh tewas di film ini.
Deretan musisi hip hop yang menyinggung The Matrix dalam lagu-lagunya antara lain Drake, Nas, B.o.B, Rakim, Ab-Soul, Mac Miller, Colson Baker, cflynna, Kendrick Lamar, Common, Rick Ross, Donavan LaMond Johnson, Lupe Fiasco, Wale, Jay-Z, Lil' Wayne, Gucci Mane, 'Lil' Kim', Currency, The Game, Danny Brown, Kid Cudi, dan Jeezy. Bintang R&B Chris Brown bahkan merekam lagu berjudul The Matrix, lengkap dengan video klip yang banyak meminjam peristiwa film dan sosok Neo.
Syutingnya direncanakan 90 hari, tetapi pada praktiknya molor hingga 118 hari.
Dalam kejar-kejaran Trinity di atap gedung pada awal film, terlihat cakrawala dua kota yang berlainan. Di belakang para Agen tampak Gedung BellSouth dan Menara L & C di Nashville, Tennessee, sedangkan setelah Trinity melompati papan reklame Guns & Ammo, di belakangnya muncul Menara TransAmerica dan Coit di San Francisco.
Para penggemar lama menduga kurir FedEx yang mengantarkan ponsel kepada Neo adalah Mouse. Kenyataannya, FedEx Man dimainkan aktor lain, David O'Connor.
Musik pembuka di awal setiap film Matrix, dengan gesekan dawai dan tiupan terompet yang menggelegar, selalu naik nada dari film ke film. The Matrix (1999) dibuka dengan E minor, The Matrix Reloaded (2003) naik satu nada penuh ke F-sharp minor, dan The Matrix Revolutions (2003) naik setengah nada lagi ke G minor.
Gagasan The Matrix lahir pada akhir 1980-an, ketika Wachowskis masih tinggal di "apartemen sempit di Chicago, di kamar yang jendelanya menghadap tembok bata."
Keanu Reeves, Laurence Fishburne, dan Joe Pantolliano sama-sama kidal.
Peran Agen Smith sempat ditawarkan kepada Jean Reno, tetapi ia menolak dan memilih bermain di Godzilla (1998). Lagi pula, ia enggan pindah ke Australia.
The Matrix adalah film pertama yang digarap di Fox Studios Sydney, yang saat itu baru dibuka.
Sampai pertengahan 2002, adegan "Bullet Time" yang tersohor itu sudah ditiru atau diparodikan di lebih dari dua puluh film.
Waktu konsep The Matrix masih digodok pada awal 1990-an, Lana & Lilly Wachowski sebenarnya mengincar Brandon Lee untuk peran Neo. Sayangnya, Lee tewas secara tragis di lokasi syuting The Crow (1994).
Ketika adegan Bullet Time masih dalam tahap perancangan, supervisor efek visual John Gaeta dan sinematografer Bill Pope membuat berbagai gimbal dan dolly, berharap efek itu bisa dicapai secara konvensional. Dolly pertama mereka dirancang membawa kamera mengitari aksi dengan kecepatan sangat tinggi, tetapi setelah serangkaian uji coba gagal dan dolly yang rusak, mereka beralih ke grafik komputer, yang berarti harus menulis program baru dari nol. Meski begitu, Bullet Time tetap bertumpu pada satu teknik yang sangat tua: fotografi still.
Karena syuting hampir seluruhnya berlangsung di Sydney, Australia, tim pencari lokasi pusing tujuh keliling mencari sudut kota kumuh yang bisa lolos sebagai Amerika. Akibatnya, banyak lokasi perkotaan yang bobrok terpaksa dibangun dari awal.
Kebetulan yang bikin merinding: paspor Neo habis berlaku pada 11 September 2001.
Produser Barrie M. Osborne menuturkan bahwa sejak awal Wachowskis ingin adegan kejar-kejaran Trinity diambil di atap sungguhan, bukan di panggung studio.
Kacamata hitam Agen Brown dan Agen Jones tak pernah lepas dari wajah mereka.
Kacamata hitam ikonis para tokoh Matrix dibuat oleh "Blinde", label yang bangga dengan kacamata buatan tangannya. Pendirinya, Richard Walker, harus bersaing dengan raksasa seperti Ray-Ban dan Arnette untuk memenangi kontrak film ini, dan ia tampil beda dengan merancang kacamata khusus berdasarkan nama-nama tokoh yang tak lazim. Begitu menang tender, Walker diterbangkan ke Sydney dan menghabiskan masa syuting Matrix merancang kacamata pesanan para pemain di ruang belakang sebuah toko optik di Oxford Street.
Seluruh film sudah dituangkan Wachowskis ke dalam storyboard sebelum produksi dimulai. Penata set Tim Ferrier bahkan menyebut bahwa "secara visual, proyek ini adalah produksi paling matang persiapannya yang pernah saya tangani."
The Matrix menyabet empat Academy Awards dari empat nominasi tanpa masuk nominasi Best Picture, dan hingga kini memegang rekor Oscar terbanyak untuk film yang menang di semua nominasinya tanpa dinominasikan di kategori itu.
Keanu Reeves bukan baru pertama kali bermain di film cyberpunk; sebelumnya ia sudah menjadi pemeran utama Johnny Mnemonic (1995).
Matt Doran, aktor Australia pemeran Mouse, mengungkapkan bahwa makanan di kapal hover Nebuchadnezzar sebenarnya "bubur nasi".
Studio ngotot meminta banyak dialog penjelas, sebab menurut mereka naskahnya adalah "naskah yang tidak dimengerti siapa pun."
Bagi Laurence Fishburne, memerankan Morpheus ibarat menjadi Obi-Wan Kenobi dan Darth Vader sekaligus dalam satu tokoh.
Novel Neuromancer karya William Gibson ikut memengaruhi film ini, terutama lewat istilah "Matrix". Selepas menontonnya, Gibson menilai cara para pembuat film menyerap karya-karya cyberpunk yang sudah ada sebagai "persis jenis osmosis budaya kreatif" yang juga ia andalkan dalam tulisannya. Meski demikian, menurutnya tema Gnostik membuat film ini berbeda dari Neuromancer, dan secara tematik justru lebih dekat dengan karya Philip K. Dick.
Nama Michelle Yeoh sempat masuk pertimbangan untuk peran Trinity.
Pengambilan gambar utama berakhir pukul 1.01 dini hari dengan adegan para tokoh yang berada di dalam dinding lalu merayap turun. Prosesnya makan waktu 25 minggu atau 118 hari, hampir sebulan melebihi jatah 90 hari yang direncanakan.
Berkat suksesnya waralaba The Matrix, Carrie-Anne Moss kebanjiran tawaran peran bergengsi, tetapi semuanya ia tolak karena ingin fokus menjadi ibu. "Saya ingat sempat bimbang, rasanya seperti 'Astaga, tawaran yang datang luar biasa. Ini bakal jadi pencapaian besar.' Waktu itu saya sedang menggendong bayi saya dan berpikir, 'Di ujung hidup nanti, apa yang penting buat saya: satu film lagi di résumé, atau kenyataan bahwa saya menggendong bayi saya?' Jawabannya langsung jelas: tidak. Itu sama sekali bukan pilihan yang sulit."
Adegan sendok yang bengkok di apartemen Oracle merupakan penghormatan pada demam psikis tahun 1970-an, yaitu membengkokkan sendok dengan telekinesis, yang paling lekat dengan nama Uri Geller dan belakangan terbukti hanya trik sulap panggung.
Cukup banyak orang yang bisa dengan sah mengaku sebagai penemu teknik foto pembeku waktu yang dipakai film ini. Bisa jadi Michel Gondry, yang pertama memakainya dalam iklan sebuah perusahaan asuransi lalu dalam video klip Björk. Bisa juga seniman grafis arsitektur Matthew Bannister, yang dalam karya akademisnya berpendapat bahwa gerak dan waktu dalam video dapat dipisahkan, bahkan mengusulkan perangkat yang mirip dengan yang dipakai film ini meski belum bisa diwujudkan dengan teknologi saat itu. Atau seniman Tim MacMillan, yang memperagakan teknik tersebut di televisi Inggris pada 1993. Mungkin saja mereka, dan orang-orang lain, menemukannya sendiri-sendiri tanpa saling tahu.
Jada Pinkett Smith pernah ikut audisi untuk peran Trinity, lalu belakangan tampil sebagai Niobe di The Matrix Reloaded (2003). Suaminya, Will Smith, sempat ditawari peran Neo tetapi menolak.
Dalam proses casting, Wachowskis, duo penulis-sutradara film ini, mengadakan screen test untuk menguji chemistry para calon Neo dan Trinity. Di situlah Carrie-Anne Moss dan Keanu Reeves pertama kali berjumpa. Moss melangkah masuk dan menyapa, "Hai, saya Carrie-Anne," yang dijawab Reeves, "Hai, saya Keanu."
Trinity mengendarai Triumph Speed Triple yang hitam legam.
Jatuhnya Neo pada percobaan lompatan pertamanya sengaja dibuat mirip gaya Wile E. Coyote.
Lewat The Matrix, Wachowskis ingin mematahkan anggapan bahwa film aksi pasti "tanpa ide" dan film gagasan pasti "tanpa aksi".
Pada 2012, Library of Congress AS memasukkan The Matrix ke arsip National Film Registry karena dinilai penting secara budaya, sejarah, atau estetika.
Ketika Will Smith ditawari peran Neo, Wachowskis berencana memasangkannya dengan Val Kilmer sebagai Morpheus. Smith bercerita, satu-satunya bagian film yang dipaparkan kepadanya hanyalah adegan tendangan lompat yang membeku di udara. Penjelasan itu justru membuatnya ragu, dan ia memilih membintangi Wild Wild West (1999), yang hancur di mata kritikus maupun di box office, menghadiahinya dua Razzie, dan dinobatkan sebagai Worst Picture.
Marcus Chong bercerita bahwa para pemain diarahkan untuk membawakan tokoh mereka secara dingin dan menahan diri.
Pistol andalan para Agen di ketiga film Matrix adalah Magnum Research/Israeli Military Industries Desert Eagle .50 AE yang bertenaga besar.
Simbolisme Kristen sudah terasa sejak awal, ketika Choi berkata kepada Neo: "Hallelujah. Kau penyelamatku, kawan. Yesus Kristus pribadiku." Neo memang punya sejumlah kemiripan dengan Kristus. Pertanyaan apakah ia "sang One" sejajar dengan pertanyaan apakah Kristus sungguh Mesias; keduanya sama-sama penyelamat yang kedatangannya telah dinubuatkan. Nama belakangnya, Anderson, secara asal kata bermakna "anak manusia", sebutan dalam Alkitab bagi Kristus. Seperti Kristus pula, ia dinyatakan mati lalu bangkit kembali. Nama Trinity, yang mengingatkan pada Tritunggal Mahakudus, makin mempertegas nuansa Kristen tersebut.
Ironisnya, sekuens "bullet time" justru termasuk yang paling ringan dikerjakan saat syuting. Adegan itu direkam dengan deretan kamera still yang menghasilkan foto-foto diam untuk kemudian dirangkai secara digital, sehingga Wachowski bersaudara cukup butuh 90 menit untuk mengambilnya.
Per 2025, film ini mengantongi rating persetujuan 83% di Rotten Tomatoes, tertinggi di antara seluruh film Matrix.
Film ini menandai penampilan perdana Tamara Brown.
Di tengah latihan Kung Fu, Neo mengusap sisi hidungnya dengan ibu jari, gerakan khas Bruce Lee yang sengaja dipinjam sebagai penghormatan.
Will Smith menampik tawaran menjadi Neo karena memilih Wild Wild West (1999). Belakangan ia mengaku saat itu dirinya "belum cukup matang sebagai aktor" dan seandainya mendapat peran itu, ia "pasti mengacaukannya". Ia tak menyesal sedikit pun, karena menurutnya "Keanu brilian sebagai Neo." Smith juga menyebut bahwa kalau ia yang jadi Neo, studio akan memasang Val Kilmer sebagai Morpheus, sehingga penonton kehilangan penampilan ikonis Laurence Fishburne. Peran Trinity sendiri pernah ditawarkan kepada Sandra Bullock, yang menolak karena ada Will Smith di film itu. Keputusan itu ia sesali, sebab kalau menerimanya ia akan kembali beradu akting dengan Keanu Reeves, rekan mainnya di Speed (1994).
Kalau digabung, nama Choi dan kekasihnya, Dujour, berbunyi "Choi Dujour", plesetan dari frasa Prancis "choix du jour" alias "pilihan hari ini". Nama itu menyiratkan kekuatan pilihan di dalam Matrix, juga rangkaian pilihan Neo yang menuntunnya pada takdir.
Sekitar dua puluh persen isi film ini berupa efek visual.
Joe Pantoliano sudah pernah bekerja sama dengan Wachowskis sebelumnya dalam Bound (1996).
Baku tembak di lobi direkam selama kurang lebih sepuluh hari, dan seluruh efeknya praktis kecuali penghapusan kabel. Carrie-Ann Moss melakukan gerakan roda dari dinding dalam satu take, dan memang itulah sasarannya, karena merapikan serta mendandani ulang pilar-pilar yang hancur memakan enam sampai delapan jam.
The Girl from Tomorrow (1990) disebut Wachowskis sebagai salah satu sumber ilham film ini.
Ketika Neo dan Morpheus saling serang dengan jurus yang sama, posisi tubuh, pakaian, serta bentuk kepala dan rambut mereka membentuk lambang Ying-Yang.
Janet Jackson semula diincar untuk peran Trinity, tetapi jadwalnya bentrok sehingga ia tak bisa menerimanya. Dalam sebuah wawancara ia mengaku berat melepas peran itu, dan karena itulah ia menyisipkan rujukan ke film ini dalam interlude "Intro" dan "Outro" di album studio kesepuluhnya, "Discipline".
Baku tembak di lobi digarap dengan semangat film-film John Woo.
Di awal film, saat Neo tertidur (di dalam Matrix), salah satu hasil penelusuran komputernya yang ilegal menunjukkan bahwa Morpheus berhasil meloloskan diri dari aparat di bandara Heathrow.
Russell Crowe menolak peran Morpheus dengan alasan, "Saya tidak mengerti. Saya tidak bisa membaca lewat dari halaman 42. Dunia itu sama sekali tidak menarik buat saya."
Para Agen sepanjang film menenteng varian Desert Eagle, pilihan yang disengaja Wachowskis meski ditentang ahli senjata mereka. Desert Eagle lebih sering dianggap pistol pamer; kalibernya .50, raksasa untuk ukuran pistol, dan hentakannya nyaris tak terkendali walau dipegang dua tangan, sehingga pemakaiannya dinilai jauh dari realistis. Justru di situlah cocoknya dengan logika film: para Agen selalu menembakkannya dengan satu tangan, menegaskan sisi "mesin" mereka yang tak manusiawi.
Cypher, yang bernama belakang Reagan, mendambakan menjadi orang "penting, seperti aktor", sindiran untuk Presiden Ronald Reagan. Dalam percakapan yang sama, Cypher juga bilang ia tak mau "mengingat apa pun", rujukan lain karena Presiden Reagan didiagnosis mengidap Alzheimer.
Bunyi menutupnya pod berisi bayi manusia diracik dari hampir lima puluh suara. Saat menonton rough cut, Wachowskis spontan menirukan suara yang mereka mau dengan mulut, padahal di dunia nyata tak ada bunyi sederhana yang bisa dijadikan acuan.
Chow Yun-Fat termasuk yang menampik peran Morpheus.
Di The Jimmy Fallon Show, Madonna belum lama ini membuka cerita bahwa ia pernah menolak peran di film ini. Belakangan ia menyebutnya salah satu film terbaik yang pernah dibuat.
Warner Bros. baru memberi lampu hijau ketika praproduksi sudah berjalan cukup jauh, sehingga lama sekali para seniman yang terlibat tidak tahu apakah film ini benar-benar akan dibuat.
Samuel L. Jackson dan Sir Gary Oldman pernah masuk daftar calon pemeran Morpheus.
Pengambilan gambar baku tembak di lobi menghabiskan sepuluh hari.
Senjata favorit Switch (Belinda McClory) adalah Browning Hi-Power 9mm berlapis krom perak dengan bidikan yang bisa disetel.
Wachowskis menyimpan visi mereka selama lima setengah tahun dan menulis ulang skenarionya sampai empat belas draf. Kebanyakan eksekutif studio yang membacanya menyukai gagasan itu, tetapi sulit membayangkan wujudnya di layar. Wachowskis lalu menggandeng ilustrator ternama Steve Skroce dan Geofrey Darrow, yang menghasilkan lebih dari 600 storyboard. Kabarnya, para eksekutif langsung kepincut begitu melihat visi berani itu tergambar, dan proyek pun mendapat lampu hijau.
Nicolas Cage terpaksa melepas peran Neo karena jadwalnya berbenturan dengan urusan keluarga.
Keanu Reeves mengaku baru berkenalan dengan anime setelah The Wachowskis memintanya menonton 'Akira' dan 'Ghost in the Shell' sebagai bekal untuk 'The Matrix'.
Komposer Don Davis menuturkan bahwa Johnny Depp adalah pilihan pertama The Wachowskis untuk Neo, sementara Warner Bros. menginginkan Brad Pitt atau Val Kilmer. Setelah keduanya menolak, barulah Warner mau mempertimbangkan Depp, dan kandidatnya mengerucut pada Depp dan Keanu Reeves, jagoan pilihan Warner.
Rosie Perez juga sempat ikut audisi sebagai Trinity.
Neo dan Morpheus yang bergelantungan di helikopter sebenarnya diperankan stuntman, kecuali pada shot dekat yang memperlihatkan wajah Fishburne dan Reeves. Editor Zach Staenberg mengaku mereka sampai harus "benar-benar menulis ulang hukum Sydney" demi mendapatkan semua shot terbang tersebut.
Kisah film ini kira-kira terjadi pada tahun 2199.
Helikopternya hanyalah mock-up ringan seukuran aslinya; tim visual effects tinggal menambahkan baling-baling di tahap post-production.
Pria yang didatangi Neo di apartemennya untuk membeli software ilegal bernama Choi, dan pacarnya bernama DuJour. Dalam bahasa Prancis, gabungan keduanya berbunyi "Choi Dujour" atau 'pilihan hari itu', satu lagi sentilan soal pentingnya pilihan dalam film ini. DuJour juga bertato kelinci putih, salah satu dari sekian banyak rujukan ke Alice in Wonderland. Ketika Choi menyebut Neo "Yesus Kristus pribadi saya", itu menjadi isyarat awal bahwa Neo kelak tampil sebagai the One, sosok yang bernuansa religius. Nama Dujour bisa pula dibaca sebagai plesetan "Femme duJour" (gadis hari itu), yang menyiratkan bahwa pacar Choi seorang pelacur.
Di dalam Matrix, semua komputer memakai monitor CRT tabung, sedangkan di luar Matrix yang dipakai adalah monitor LCD layar datar. Kala itu LCD tergolong teknologi baru, sehingga kehadirannya di dunia nyata membuat teknologi di sana terkesan lebih futuristik.
Pada hari pertama pengambilan gambar utama, Yuen Woo-Ping dan kru Hong Kong-nya menggelar ritual Tionghoa di luar set, lengkap dengan babi panggang, agar produksi berjalan lancar dan membawa hoki.
Selama praproduksi, Keanu Reeves dan Hugo Weaving saling memanggil "si leher" dan "si kaki", julukan yang berasal dari cedera masing-masing yang sempat mengacak-acak jadwal syuting.
Untuk edisi DVD "Ultimate Matrix Collection", film ini ditransfer ulang dengan hasil yang benar-benar bersih, menggantikan gambar bergrain yang menempel di DVD-nya sejak 1999. Hasilnya, tampilannya kini tajam dan mulus seperti kedua sekuelnya, sesuatu yang belum pernah terlihat lagi sejak masa tayang di bioskop.
Dalam rancangan awal, pelarian dari Lafayette Hotel berlanjut ke saluran pembuangan, lalu kembali ke jalanan ketika Morpheus mencoba mengalihkan perhatian dan akhirnya tertangkap. Storyboard versi itu bisa dilihat dalam buku "The Art of the Matrix", sementara video game "Path of Neo" memasukkan adegan kabur lewat gorong-gorong yang sedikit berbeda di titik cerita yang sama.
Selesai membaca naskah, Carrie-Anne Moss sempat tak percaya bahwa ia benar-benar harus melakukan aksi akrobatik seekstrem yang tertulis di sana. Ia juga ragu The Wachowskis sanggup menyutradarai film beranggaran sebesar itu, tetapi setelah sejam membahas storyboard bersama mereka, ia mengerti mengapa banyak orang menaruh kepercayaan pada keduanya. Karena sudah menjalani tes fisik selama 3 jam saat casting, ia pun tahu apa yang menantinya.
Ketika film ini baru dirilis, The Wachowskis mengaku dalam sebuah wawancara online bahwa mereka berdua akan menelan Pil Biru seandainya dihadapkan pada pilihan seperti Neo.
Di bagian atas layar percakapan pembuka antara Trinity dan Cypher tercantum tanggal 2-19-98.
Tulisan di bagian inti Nebuchadnezzar menyebut kapal itu "Made in the USA" pada tahun 2069, dengan model "Mark III, No. 11". Kode itu kemungkinan merujuk ke Markus 3:11: "Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: 'Engkaulah Anak Allah!'"
Christopher Meloni sempat ikut audisi sebagai Agen Smith.
Kostum para Agen dirancang agar mereka tampak seperti agen dinas rahasia yang sedang menyamar, mirip nuansa JFK (1991).
Untuk shot bullet-time, tim produksi harus membuat lensa khusus yang seragam untuk kamera still. Pasalnya, lensa kamera still tidak memiliki standar seketat lensa kamera film, sehingga gambar-gambarnya bakal sulit disambung dengan mulus saat penyuntingan.
Saat Neo bertemu para Potentials di ruang tamu The Oracle, televisi di latar belakang sedang memutar Night of the Lepus (1972).
Tato kelinci putih milik Dujour, pacar Choi, memang sengaja merujuk ke Alice in Wonderland, tetapi kebetulan juga mengingatkan pada salah satu dari 12 shio dalam zodiak Tionghoa. Film ini pun dirilis pada 1999, tahun kelinci.
"Temet nosce", tulisan yang tergantung di dapur The Oracle, adalah ungkapan Latin yang berarti "Kenalilah dirimu sendiri". Kalimat itu dulu terpahat di atas pintu masuk Orakel Delphi.
Untuk peran Morpheus, nama Morgan Freeman, Denzel Washington, Anthony Hopkins & Robert De Niro juga sempat dipertimbangkan.
Banyak petinggi studio Hollywood menampik proyek ini karena menganggap fiksi ilmiah tentang realitas virtual itu "bisnis yang jelek", dengan menunjuk kegagalan film-film sebelumnya seperti Johnny Mnemonic, yang kebetulan juga dibintangi Reeves.
Alegori Gua karya Plato menjadi salah satu ilham film ini.
Dalam bahasa Latin akhir, 'matrix' berarti 'rahim'. Karena itu, kalimat "The Matrix has you..." mengandung peringatan bermakna ganda: merujuk pada dunia mimpi buatan komputer bernama The Matrix yang memenjarakan pikiran manusia, sekaligus pada tubuh manusia yang terbungkus kepompong dan diperah tenaga bioelektriknya di dalam rahim buatan.
Carrie-Anne Moss pernah bermain dalam serial televisi berumur pendek berjudul Matrix (1993).
Sebelum menelan pil merah, Neo bernama Thomas Anderson. Nama Thomas merujuk pada rasul Tomas dalam Alkitab, yang terkenal karena keraguannya. Neo pun menunjukkan sifat serupa, baik sebelum menelan pil merah maupun ketika menerima perannya sebagai sang penyelamat.
Menonton hasil suntingan pertama film ini adalah pengalaman pertama Carrie-Anne Moss melihat dirinya sendiri di layar lebar.
Ponsel Nokia 8110 aslinya tidak punya mekanisme pegas; fitur itu dibuat khusus untuk film ini. Belakangan fitur tersebut dipasang di Nokia 7110, sehingga muncul salah kaprah bahwa model itulah "ponsel Matrix".
Deretan aktris yang pernah ikut audisi, dipertimbangkan, ditawari, atau menolak peran Trinity sungguh panjang: Jennifer Connelly, Marisa Tomei, Salma Hayek, Catherine Zeta-Jones, Halle Berry, Jennifer Lopez, Angelina Jolie, Angie Harmon, Drew Barrymore, Kate Hudson, Uma Thurman, Ming-Na Wen, Michelle Yeoh, Winona Ryder, Lucy Liu, Courteney Cox, Heather Graham, Elizabeth Hurley, Mariska Hargitay, Jennifer Beals, dan Ashley Judd.
Berkat syuting di Australia, para pembuat film bisa menekan anggaran akhir hingga $60 juta. Tanpa itu Warner Bros. takkan memberi lampu hijau, sebab bila diproduksi di AS biayanya akan menyentuh angka rekor $180 juta.
Dalam kriptografi, oracle adalah bagian dari sistem aman yang tanpa sengaja membocorkan informasi terenkripsi lewat jawabannya atas kueri yang kelihatannya tidak berbahaya. Contohnya, sebuah utilitas yang memakai pengetahuan internalnya tentang skema enkripsi untuk memastikan sifat-sifat yang tampak netral dari pesan terenkripsi bisa menjadi celah bagi "oracle attack", yang dapat dimanfaatkan pengguna cerdik untuk mengorek isi pesan itu sendiri.
Ide film ini tercetus ketika The Wachowskis sedang mencari cerita baru untuk sebuah seri komik. Seluruh naskahnya sudah mereka tulis sebelum debut penyutradaraan mereka, Bound (1996), dan terus mereka poles hingga masa produksi.
Laurence Fishburne mengaku heran mengapa orang lain menganggap naskahnya membingungkan, karena baginya tidak. Meski begitu, ia sempat sangsi film ini akan benar-benar dibuat, justru karena naskahnya "terlalu cerdas".
Berbeda dengan interior kapal angkasa yang bersih, dingin, dan steril dalam film seperti Star Trek (2009), Nebuchadnezzar sengaja dibuat tampak penuh tambalan. Kabel-kabelnya dibiarkan terbuka agar jeroan kapal yang bekerja terlihat jelas, dan setiap komposisi disusun teliti untuk menghadirkan kapal ini sebagai "perkawinan antara manusia dan mesin".
Saat adegan tembak-menembak di lobi direkam, Keanu Reeves sempat kehilangan pijakan lalu terjatuh.
Bagi Hugo Weaving, memerankan Agen Smith merupakan pengalaman menyenangkan karena tokoh itu sendiri menghiburnya. Ia merancang aksen netral yang tetap punya ciri khas: Smith tidak boleh terdengar sepenuhnya seperti manusia ataupun robot. Suara berat The Wachowskis ikut membentuk cara bicaranya. Ketika syuting dimulai, Weaving antusias menghadapi proyek yang bisa menguji kemampuan aktingnya.
Pelat mobil Agen Smith bertuliskan IS 5416, sebuah rujukan pada Yesaya 54:16: “Akulah yang menciptakan pandai besi yang meniup bara api dan menempa senjata untuk pekerjaannya; Aku pula yang menciptakan pembinasa untuk menghancurkan.”
Tim produksi cukup lama mencari sudut kota yang tampak kumuh, termasuk gang penuh grafiti. Di Sydney, lingkungan miskin dan kawasan ghetto tidak memiliki bentuk yang sama dengan yang lazim dijumpai di banyak kota Amerika.
Dari ketiga film dalam trilogi, hanya film ini yang memperlihatkan Neo memakai senjata api. Film ini juga satu-satunya yang hadir pada abad ke-20, atau milenium kedua.
Penampilan Hugo Weaving dalam Proof (1991) membuat Wachowskis menghubunginya untuk menawarkan peran Agen Smith.
Karya Yuen Woo-Ping dalam Fist of Legend (1994) menjadi alasan Wachowskis memilihnya sebagai penata adegan pertarungan.
Panggilan Trinity di pembukaan tercatat pada Kamis, 19 Februari 1998, pukul 13.24.18. Panggilan Neo di penutup bertanggal Sabtu, 18 September 1999, pukul 14.31.21. Selisih kedua cap waktu tersebut adalah 576 hari ditambah 1 jam, 7 menit, dan 3 detik.
John Gaeta, pengawas efek khusus, mengaku kerap dipuji untuk adegan yang sebenarnya dikerjakan dengan efek praktis atau pemeran pengganti. Pada sebagian besar adegan itu, campur tangan efek visual terbatas pada menghapus kabel.
Peran yang ditawarkan kepada Sir Sean Connery bukanlah Morpheus, meskipun rumor itu banyak beredar. Tawaran sebenarnya adalah Arsitek dalam film-film sekuelnya.
Gloria Bava menjelaskan bahwa rancangan awal mantel Neo memakai kulit berwarna keperakan. Bahan tersebut terlalu berat; bahkan mesin angin pun hampir tidak membuatnya bergerak. Padahal, sutradara membayangkan mantel yang melayang dan bergelombang seperti “langit cair” dalam naskah. Pilihannya kemudian jatuh pada kain hitam yang lebih ringan, seharga hanya $3 per yard.
Ketika menghadapi Agen Smith dengan satu tangan pada akhir film, Neo memakai gerakan bertahan yang juga diajarkan Pak Miyagi kepada Daniel dalam The Karate Kid (1984): memoles mobil, mengecat pagar, mengampelas lantai, lalu mengecat rumah.
Untuk menghasilkan adegan aksi pembuka, tim menjalani latihan enam bulan sebelum merekamnya selama empat hari.
Ucapan Trinity kepada Neo, “kamu tahu persis di mana ini berakhir”, direkam di Elizabeth Street, Sydney, New South Wales, Australia. Kamera mengarah ke utara mengikuti jalur CityRail Central–City Circle, dekat pertemuan Campbell Street dan Wentworth Avenue. Perancah putih dari kayu di sisi kiri sudah berada di sana sebelum produksi datang. Adegan malam itu memakai hujan buatan dari mobil pemadam kebakaran. Rambu-rambu setempat dicopot, lalu masih tergeletak di tepi jalan beberapa hari setelah tim meninggalkan lokasi.
Setelah tampil bersama dalam New Blood (1999), Joe Pantoliano dan Carrie-Anne Moss kembali bertemu lewat Memento (2000).
Resep sushi dalam buku masak milik istri desainer produksi dipindai untuk membuat deretan kode hijau yang menyusun matrix.
Pada April 2016, peneliti DARPA sedang mengembangkan Targeted Neuroplasticity Training, atau TNT. Proyek ini menggunakan elektroda di pangkal leher untuk memberikan impuls listrik yang memengaruhi neurotransmiter. Sasarannya adalah membantu agen mempelajari bahasa dan materi rumit dalam waktu lebih singkat. Gagasannya mengingatkan pada Neo yang dihubungkan ke program latihan, meskipun intervensi medisnya tidak sedalam yang digambarkan film.
Don Davis memberi nama “Bow Whisk Orchestra” pada rangkaian tiga musik dalam latihan Neo melawan Morpheus di konstruk. Rangkaian itu memuat komposisi semi-improvisasi Davis dengan instrumen Asia, “Leave You Far Behind” dari Lunatic Calm, serta karya Davis “Switch or Break Show”. Nama “Bow Whisk Orchestra” dan “Switch Or Break Show” sama-sama merupakan anagram “Wachowski Brothers”. Permainan serupa muncul pada musik “Threat Mix”, saat Neo, Morpheus, dan Trinity pulang dari Oracle ke gedung, serta “Exit Mr. Hat”, saat Morpheus melawan Agen Smith di gedung yang sama. Kedua judul terakhir itu menyusun ulang huruf “The Matrix”.
Lincoln Continental hitam keluaran 1965 dipakai untuk adegan-adegan di dalam matrix.
John Gaeta kurang menyukai tampilan morphing yang generik. Karena itu, sang pengawas efek khusus memasukkan perubahan manusia menjadi Agen di antara efek terburuk dalam film ini.
Kisah bahwa Wachowskis hanya diberi $10 juta dari permintaan $60 juta, lalu menghabiskannya untuk adegan pembuka demi meyakinkan studio, belakangan dibantah. Ada kejadian nyata di balik rumor tersebut: para eksekutif tidak puas dengan perkembangan produksi dan mengancam turun tangan. Sutradara bersama editor pun segera merangkai adegan pembuka dengan suara dan efek visual sementara. Tayangan itu cukup meyakinkan studio untuk membiarkan mereka bekerja tanpa gangguan selama sisa syuting.
Televisi tua dalam konstruk, yang diperlihatkan Morpheus kepada Neo, diduga AWA (Amalgamated Wireless - Australasia) Radiola “Deep Image” Model 209C sekitar 1958, atau model yang sangat menyerupainya. Kompartemen speaker beserta kisi kain di bagian bawah tidak ada. Kemungkinan bagian itu dilepas tim penata set supaya bentuknya lebih bersih.
Wachowskis pernah menjelaskan dalam wawancara bahwa fungsi awal manusia di dalam matrix adalah sebagai prosesor biologis. Studio meminta konsep itu diganti menjadi baterai agar lebih mudah dicerna penonton.
Cedera kaki Hugo Weaving pada hari pertama syuting ternyata merupakan polip yang memerlukan operasi. Penggantian aktor sempat dibicarakan. Namun, jadwal diatur ulang sehingga seluruh adegan stunt-nya direkam pada akhir produksi, dan Weaving tetap mendapatkan perannya.
Anggaran yang ketat ikut menentukan pilihan bahan kostum. Desainer Kym Barrett memakai PVC murah untuk pakaian Trinity, sementara mantel Neo dibuat dari kain campuran wol seharga $3 per yard. Jadi, tampilan keduanya tidak bergantung pada bahan mahal.
Obrolan awal Neo dengan teman-teman yang kelak mengajaknya ke klub tempat ia bertemu Trinity menyimpan beberapa isyarat. Seorang teman menyapanya sebagai ‘juruselamatku, Yesus Kristus pribadiku’. Setelah mendengar kejadian ganjil pada komputer Neo, orang itu menyarankan agar ia ‘cabut, kawan’—ungkapan yang punya makna lain dalam cerita.
Kesibukan syuting Star Wars Episode I: The Phantom Menace (1999) membuat Ewan McGregor menolak tawaran menjadi Neo. Setahun kemudian, film itu bersaing dengan The Matrix dalam kategori Best Visual Effects di Academy Awards. Penghargaannya jatuh kepada The Matrix.
Tawaran memerankan Neo dilepas David Duchovny agar ia bisa membintangi The X Files (1998).
Wachowskis menyiapkan riset penyuntingan dengan menyerahkan setumpuk film kung fu Hong Kong kepada editor Zach Staenberg untuk ditonton.
Para pemeran menjalani latihan berbulan-bulan untuk menguasai wire fu; Wachowskis semula menyediakan empat bulan. Yuen Woo-Ping awalnya optimistis, lalu cemas melihat kondisi kebugaran mereka. Alih-alih menyeragamkan gerak, ia mengembangkan koreografi dari kekuatan setiap pemain: disiplin Keanu Reeves, ketangguhan Laurence Fishburne, ketepatan Hugo Weaving, serta keanggunan feminin Carrie-Anne Moss. Untuk Moss, gerakan disesuaikan dengan kelincahan dan kesan ringan tubuhnya.
Berkas Agen Smith memuat kartu identitas Thomas Anderson dengan tanggal lahir 13 September 1971. Jika disandingkan dengan penanggalan lain dalam film yang menunjukkan tahun 1998, usianya berarti 27 tahun.
Pergelangan kaki Carrie-Anne Moss terkilir ketika merekam salah satu adegan. Ia merahasiakan cedera itu hingga syuting berakhir karena khawatir perannya akan diganti.
Pada masa perilisannya, hanya Twister (1996) yang mengungguli pendapatan global film ini di antara produksi Warner Bros.; The Matrix berada di urutan kedua.
Di Academy Awards tahun itu, film ini menang dalam keempat kategori yang menominasikannya. Empat kemenangan tersebut menjadi sapu bersih nominasi terbanyak untuk film tanpa nominasi Best Picture.
Ucapan Morpheus ketika menjelaskan Matrix kepada Neo, ‘Selamat datang di gurun realitas’, merujuk pada Simulacra and Simulation karya Jean Baudrillard. Buku yang sama dilubangi untuk menyembunyikan perangkat lunak ilegal Neo. Rujukannya terdapat pada halaman pertama, paragraf 2 bab The Precession of Simulacra: yang tersisa di gurun itu adalah jejak kenyataan, bukan peta; gurun tersebut bukan lagi milik Kekaisaran, melainkan milik kita—‘gurun realitas itu sendiri’. Edisi Amerika buku Baudrillard berjudul Simulations, diterbitkan Semiotext(e) pada 1983.
Sebelum bullet time diwujudkan untuk film, Mass.Illusions di Lennox, Massachusetts, membuat uji konsepnya. Dalam wawancara dengan majalah VFX before & afters pada 2019, Pierre Jasmin menjelaskan bahwa percobaan itu membantu produser Joel Silver mencari pendanaan. Wachowskis membawa storyboard yang menggambarkan efek yang mereka inginkan. John Gaeta menyutradarai pengambilan gambar uji tersebut, lalu menangani efek visual The Matrix melalui Manex di California Utara. Prosesnya dimulai dengan menentukan gerak pemain dan lintasan sudut pandang. Tim memotret blocking aksi memakai sejumlah kamera foto, memindainya ke komputer, lalu menyusun posisi karakter serta jalur ‘kamera virtual’. Simulasi ini menjadi pedoman pemasangan kamera pada rig khusus. Sistem penunjuk laser berkendali gerak membantu menetapkan sudut dan jarak fokus. Adegan Neo menghindari peluru di atap, contoh bullet time yang paling dikenal, memakai 120 kamera foto dan 2 kamera film. Kamera foto dipasang berdekatan karena masing-masing hanya menghasilkan satu gambar. Pemicu dengan jeda sangat pendek membuat aksi terlihat melambat, sedangkan sudut pandangnya seolah bergerak pada kecepatan normal. Sesuai kebutuhan efek, kamera dapat dipicu bergiliran atau bersamaan. Gambar dari setiap kamera kemudian dirangkai menjadi pandangan yang mengitari aksi beku atau gerak lambat. Setelah dipindai, foto-foto itu diperlakukan seperti gambar dalam animasi. Interpolasi gerak mengisi celah antargambar dengan bingkai perantara hasil perhitungan algoritma berbantuan AI, sehingga perpindahan sudut pandang dan gerak benda seperti mantel Neo terlihat lebih mulus. Pengambilan gambar dilakukan di depan green screen: bila direkam langsung di lokasi, banyak kamera akan masuk ke gambar kamera lain. Foto lokasi asli dipakai sebagai tekstur pada lingkungan 3D yang menggantikan latarnya. Kabel menyangga pemain agar tidak jatuh, sekaligus memperpanjang gerakan sehingga hasilnya tampak ringan. Peluru, cahaya, dan elemen digital lain baru ditambahkan dalam pascaproduksi.
Aksi Trinity pada pembukaan film dilakukan sendiri oleh Carrie-Anne Moss. Ia juga menjalani seluruh adegan aksi dengan kabel sepanjang film.
Sophia Stewart menggugat pihak sutradara, produser, dan studio waralaba Matrix serta Terminator. Ia mengklaim kedua cerita bersumber dari treatment skenario 35 halaman berjudul The Third Eye yang ditulisnya pada 1983; menurut klaimnya, John Connor dan Neo berasal dari sosok yang sama dalam naskah tersebut. Gugatan itu ditolak karena bukti tidak disampaikan tepat waktu, tetapi Stewart terus menyebarkan versinya secara daring. Urutan waktunya menjadi persoalan: The Terminator semula direncanakan digarap dan dirilis pada 1983, lalu tertunda karena komitmen Schwarzenegger pada Conan the Destroyer. Dengan demikian, penulisan The Terminator mendahului karya Stewart.
Alih-alih mengandalkan miniatur, produksi ini membuat sebagian besar efek visualnya dengan CGI—pilihan yang kala itu belum lazim. Miniatur hanya digunakan untuk helikopter dalam adegan penyelamatan Morpheus oleh Trinity dan Neo.
Pakaian Keanu Reeves dibuat ketat supaya kehidupan sehari-hari yang dijalani Neo terasa lebih mengekang bagi sang aktor.
Produksi nyaris dihentikan ketika adegan helikopter melibatkan penerbangan di wilayah udara terlarang Sydney. Perubahan aturan di New South Wales, Australia, kemudian memungkinkan pengambilan gambar diteruskan.
Benda yang membuka konektor implan di tulang belakang Neo merupakan alat medis: spekulum hidung. Fungsinya dalam pemeriksaan atau tindakan medis adalah menahan lubang hidung agar tetap terbuka.
Peristiwa dalam film ini berlangsung 6 bulan sebelum cerita The Matrix Reloaded (2003) dan The Matrix Revolutions (2003).
Desingan pukulan dan bunyi lain dalam adegan perkelahian berasal dari rekaman batang logam tipis. Rekaman itu kemudian diolah menjadi efek suara pertarungan.
Wachowskis menyebut semua hewan yang berada di dalam dunia Matrix sebagai gambar buatan komputer, termasuk kucing hitam.
Dalam penyelamatan Morpheus (Laurence Fishburne), Neo (Keanu Reeves) membawa sedikitnya dua pasang Beretta 92FS. Membawa beberapa pistol serupa mungkin tampak berlebihan, tetapi membuang pistol kosong lalu menarik yang sudah terisi bisa lebih cepat daripada mengisi ulang—terutama saat kedua tangan sama-sama memegang pistol. Cara ini juga memiliki pendahulu pada masa senjata flintlock. Perampok dan bajak laut diketahui membawa hingga 6 pistol sekali tembak yang telah diisi sebelum bertempur.
Poster memperlihatkan Cypher, Neo, dan Morpheus memegang senjata dengan tangan kanan, sementara Carrie-Anne Moss memakai tangan kiri. Kebiasaan para pemain justru berkebalikan: Joe Pantoliano, Keanu Reeves, dan Laurence Fishburne kidal; Moss bukan.
Animasi Jepang turut membentuk cara Wachowskis merancang aksi, di antaranya Jûbê ninpûchô (1993) dan AKIRA (1988). Pengaruh Kôkaku kidôtai (1995) sangat kuat. Menurut Joel Silver, Wachowskis memperkenalkan gagasan film mereka dengan memutar anime itu dan mengatakan bahwa mereka ingin mewujudkannya dalam aksi nyata.
Ketika skenario Assassins (1995) karya Lana dan Lilly Wachowski dikerjakan untuk Joel Silver, keduanya menyerahkan pula naskah The Matrix kepada produser tersebut. Silver menyukai tulisannya, tetapi belum yakin dengan tuntutan mereka untuk menyutradarai sendiri. Ia meminta mereka mencari pengalaman lewat film lain terlebih dahulu. Lahirlah Bound (1996), thriller kriminal bertema lesbian yang kesuksesannya menjadi bekal untuk mendapatkan kepercayaan Warner Bros. Dengan rekam jejak itu, Wachowskis akhirnya dapat menyutradarai The Matrix.
Peran Trinity sempat ditawarkan kepada Gillian Anderson, tetapi ia menolaknya.
Sejumlah aktor masuk pertimbangan untuk memerankan Morpheus: Eddie Murphy, Billy Zane, Harrison Ford, Alec Baldwin, Kurt Russell, Wesley Snipes, Timothy Dalton, Dennis Quaid, Pierce Brosnan, Liam Neeson, Jeff Goldblum, Richard Dreyfuss, dan Mel Gibson.
Reaksi Laurence Fishburne setelah pertama kali menyaksikan filmnya adalah, ‘Morpheus bikin saya ketakutan setengah mati.’
Meski mendapat rating R, tak ada penggunaan kata ‘fuck’ dalam The Matrix.
Jennifer Beals termasuk aktris yang menolak tawaran memainkan Trinity.
Untuk membangun sosok Trinity yang tenang, kuat, dan menyimpan intensitas, Carrie-Anne Moss mengambil inspirasi dari karakter-karakter yang dahulu dimainkan Clint Eastwood.
Pukulan Smith ke dada membuat Neo terpental dan memuntahkan darah. Saat bangkit untuk menantang Smith lagi, Neo memasang kuda-kuda yang diambil dari bela diri Hapkido.
Cedera dalam latihan tarung membuat Hugo Weaving harus menjalani operasi pinggul. Jadwal produksi pun dirombak: adegan perkelahiannya baru direkam menjelang akhir agar ia sempat pulih.
Beberapa unsur cerita mengingatkan pada Welt am Draht (World on a Wire), miniseri televisi Jerman tahun 1973. Keduanya menampilkan simulasi komputer yang dianggap nyata oleh penghuninya, program dengan kesadaran diri yang mengetahui bahwa dunianya buatan dan bahwa dunia nyata ada, serta manusia dari dunia nyata yang masuk sebagai avatar. Telepon juga menjadi sarana untuk kembali dari simulasi. Kemiripan ini membuat skenarionya tampak meminjam sejumlah gagasan miniseri tersebut.
Sepanjang cerita, Thomas Anderson yang juga dikenal sebagai Neo diperlihatkan terbangun sebanyak tujuh kali.
Sebelum praproduksi, Keanu Reeves harus menjalani operasi leher dengan penyatuan tulang belakang pada dua tingkat; masalah di bagian itu mulai menyebabkan kelumpuhan pada kakinya. Ia masih dalam pemulihan ketika latihan dimulai, tetapi bersikeras ikut. Koordinator laga Yuen Woo-Ping membatasi latihannya pada pukulan dan gerakan ringan. Reeves tetap berlatih keras, bahkan meminta sesi pada hari libur. Selama 2 dari 4 bulan persiapan, ia belum bisa menendang akibat operasi tersebut. Itu pula sebabnya tendangan Neo relatif sedikit dalam film.
Dalam sulih suara Jerman, sereal ‘Tastee Wheat’ yang disebut Mouse ketika membahas makanan dunia nyata berganti nama menjadi ‘Sex Crispies’.
Tim efek menjuluki pengubahan tubuh secara digital dalam pascaproduksi sebagai ‘Frankensteining’. Contohnya ada pada lompatan Trinity menembus jendela dalam pengejaran pembuka. Posisi lengan dan kakinya digeser sedikit agar gerak melayangnya tampak lebih alami.
Alex Winter, sahabat sekaligus lawan main Keanu Reeves dalam film Bill & Ted, tidak datang ke pemutaran perdana The Matrix. Bertahun-tahun kemudian, ia hadir di acara karpet merah pemutaran perdana The Matrix Resurrections di AS.
Leonardo DiCaprio melepas tawaran menjadi Neo. Alasannya diduga berkaitan dengan kekhawatiran terhadap banyaknya efek visual yang akan digunakan.
Lou Diamond Phillips sempat menerima naskahnya, tetapi agennya kemudian mengatakan bahwa film tersebut akan gagal.
Menurut Carrie-Anne Moss, setelah film beredar ia tak lagi bisa memakai kacamata hitam saat keluar rumah tanpa langsung dikenali orang.
Don Davis menyisipkan permainan kata dalam 44 judul cue musiknya: 10 lelucon memakai nama karakter, termasuk 7 tentang Switch; 5 anagram dari ‘Wachowski Brothers’; 3 anagram dari ‘The Matrix’; dan hanya satu rujukan filsafat. Musik untuk adegan Spoon Boy diberi judul ‘Boon Spoy’, permainan pertukaran bunyi awal yang disebut spoonerism.
Musim terakhir M*A*S*H pernah menghadirkan Joe Pantoliano maupun Laurence Fishburne sebagai bintang tamu.
Nama persimpangan yang disebut dalam film, seperti Wells dan Lake, benar-benar ada di Chicago, Illinois, kota asal Wachowskis. Papan bertuliskan ‘Loop’ di kereta bawah tanah juga merujuk pada Chicago. Lokasi syutingnya sendiri justru berada di Sydney, Australia.
Dokumenter Matrix Revisited dan buku Art of the Matrix sama-sama memuat anekdot tentang adegan perempuan berbaju merah. Konon, saat aktrisnya pertama muncul dengan kostum itu, seseorang sedang mengeluarkan mobil dari garasi dekat lokasi. Perhatiannya teralihkan sampai mobil membentur pintu garasi yang belum terbuka penuh. Setelah cat dan wipernya rusak, pengemudi yang tidak disebutkan namanya itu pergi perlahan karena malu.
Di antara nominasi Best Editing tahun itu, film ini menjadi satu-satunya yang tidak mendapat nominasi Best Picture. Meski begitu, penghargaan penyuntingannya berhasil diraih.
Menurut Wachowskis, manga Jepang Kôkaku kidôtai beserta adaptasi film berjudul sama pada 1995 memberi pengaruh besar dalam pengembangan The Matrix.
John Cusack berupaya keras melobi agar mendapatkan peran Neo.
Nama Tom Cruise sempat masuk pertimbangan awal untuk memerankan Neo.
Nama Switch berasal dari gagasan awal bahwa karakter ini berganti gender ketika memasuki Matrix: laki-laki di dunia nyata dan perempuan dalam simulasi. Konsep tersebut berkaitan dengan residual self-image, yakni gambaran diri yang muncul di Matrix. Karena itu, ketika Belinda McClory mengikuti audisi, ia semula hanya mencoba separuh peran. Warner Brothers kemudian memilih satu wujud untuk kedua dunia; penampilan androgini Switch tetap dipertahankan sebagai jejak gagasan awal. Belakangan, Lilly Wachowski menyebut adanya ‘metafora trans’ dalam The Matrix dan mengaitkannya dengan Switch. Ia menjelaskan bahwa karakter itu mencerminkan arah pemikiran mereka ketika mengembangkan film, saat identitas mereka belum diungkapkan secara terbuka. Gagasan Switch mungkin berkaitan dengan pergulatan identitas gender Lilly dan Lana Wachowski yang ketika itu belum diketahui publik.
Rancangan awal Switch membutuhkan dua pemeran: laki-laki untuk dunia nyata, lalu perempuan yang terlihat dalam film ketika terhubung ke Matrix. Wachowskis kemudian mengubah konsep tersebut karena menilai penonton belum siap menerima karakter dengan disforia gender.
American Film Institute memasukkan film ini ke daftar 100 Film Amerika Paling Menegangkan yang diterbitkan pada 2001.
Adegan kereta bawah tanah semula hendak direkam di stasiun sungguhan. Banyaknya aksi laga dan penggunaan kabel membuat produksi beralih ke set. Set tersebut dibangun di sekitar fasilitas penyimpanan kereta yang sudah ada, sehingga relnya tetap rel asli.
Michael Hutchence sempat mendapatkan peran utama yang tidak disebutkan namanya. Tiga hari setelah menerima kabar itu, ia meninggal karena bunuh diri.
Warna merah dan biru muncul sebelum Neo memilih pil: keduanya ada pada logo FedEx di amplop kirimannya dan pada pilihan tinta pena yang dipakai untuk menandatangani penerimaan. Detail itu mengisyaratkan keputusan yang kelak ia hadapi. Penanya kemungkinan Bic 4 warna, dengan tinta merah, biru, hijau, dan hitam.
Ketika Trinity menghubungi Neo, lagu yang sedang ia dengarkan adalah Dissolved Girl dari Massive Attack. Walau menjadi lagu pertama yang terdengar dalam film dan mengiringi adegan penting, lagu itu tidak dimasukkan ke album soundtrack.
Film ini tercantum dalam buku 1001 Movies You Must See Before You Die, yang disunting Steven Schneider.
Para pemeran utama semula mengira latihan koreografi bersama ahli bela diri hanya akan berlangsung beberapa minggu. Persiapannya ternyata memakan empat bulan sebelum syuting; rentang yang disebutkan adalah Oktober 1997 hingga Maret 1998.
Fakta yang mengandung spoiler
Tampilkan spoiler
Lana Wachowski menjelaskan bahwa Dane A. Davis membuat bunyi riak peluru gerak lambat dengan memutar peluru yang diikat pada tali di studionya. Desainer suara itu juga mengolah rekaman tetesan hujan pada kaca jendela secara digital untuk menghasilkan bunyi kode Matrix.
Tampilkan spoiler
Mulut Neo yang menutup saat interogasi sengaja merujuk pada I Have No Mouth, and I Must Scream karya Harlan Ellison, salah satu bacaan yang memengaruhi film. Efeknya menggabungkan CGI dengan tata rias praktis. Bagian bibir yang merekat lalu terpisah seperti daging lengket sebelum tertutup dibuat secara digital. Untuk wujud mulut yang sudah tertutup, tim memakai plester dan rias prostetik pada Keanu Reeves.
Tampilkan spoiler
Chad Stahelski, pemeran pengganti Keanu Reeves, mengalami sejumlah cedera ketika merekam aksi Neo membanting Smith ke langit-langit terowongan kereta bawah tanah. Cedera itu mencakup bagian rusuk, lutut, dan bahu yang terkilir. Dalam pengambilan gambar lain, saat Neo dibanting ke bilik, alat penarik hidrolik melukai seorang pemeran pengganti lainnya.
Tampilkan spoiler
Selain tampilan pelacakan telepon, kode Matrix pada layar komputer tersusun dari huruf yang dibalik, angka, dan aksara Katakana Jepang.
Tampilkan spoiler
Berkas Thomas Anderson yang dibaca Agen Smith saat interogasi memuat rincian yang tidak sepenuhnya konsisten. Pembaruan terakhirnya bertanggal 22 Juli 1998; tempat dan tanggal lahir tertulis Lower Downtown, Capital City, 11 Maret 1962. Nama gadis ibunya Michelle McGahey dan ayahnya John Anderson. Riwayat sekolah mencantumkan Central West Junior High serta Owen Paterson High, nama yang merujuk pada desainer produksi film. Beberapa detik kemudian, salinan paspor justru menyebut kelahiran di CAPITAL CITY, USA, pada 13 September 1971. Paspor itu diterbitkan 12 September 1991 dan berakhir pada Selasa, 11 September 2001—tanggal yang kemudian dikenal karena serangan 9/11 terhadap World Trade Center di New York City.
Tampilkan spoiler
Jarum akupunktur pada dada Neo sebagian besar ditancapkan ke lapisan prostetik yang menutupi tubuh Keanu Reeves. Jarum di telinganya benar-benar dipasang pada tubuhnya oleh ahli akupunktur yang hadir di lokasi.
Tampilkan spoiler
Geof Darrow, seniman komik Hard Boiled, menggambar dan merancang Nebuchadnezzar. Desain kapal itu banyak mengambil inspirasi dari 20,000 Leagues Under the Sea.
Tampilkan spoiler
Untuk audisinya, Carrie-Anne Moss membawakan adegan klub malam saat Trinity pertama kali mendekati Thomas Anderson, alias Neo.
Tampilkan spoiler
Pertemuan Neo dengan Oracle di apartemennya diiringi Nuages karya Django Reinhardt. Musik latar itu kemudian berganti menjadi I'm Beginning to See the Light karya Duke Ellington.
Tampilkan spoiler
Nama Morpheus berasal dari dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Ada ironi di dalamnya: tugas Morpheus dalam cerita justru membangunkan manusia dari keadaan serupa mimpi di Matrix.
Tampilkan spoiler
Heart O' The City Motel menjadi tempat adegan pembuka sekaligus penutup. Meski kota dalam cerita disebut Edge City, nama motel itu dipandang sebagai penghormatan kepada Chicago, kota asal Wachowskis. Di Skokie, IL, kawasan pinggiran Chicago, memang ada motel bernama Heart O' The City. Tampilannya berbeda dari yang terlihat dalam film, tetapi kesamaan namanya menjadi dasar pembacaan tersebut.
Tampilkan spoiler
Arnold Schwarzenegger membawakan penghargaan Visual Effects pada Academy Awards ke-72, yang dimenangkan The Matrix (1999). Satu dekade sebelumnya ia membintangi Total Recall (1990): seorang pria berusaha mengungkap jati dirinya di Mars setelah prosedur penanaman ingatan liburan bermasalah. Kedua film mempertanyakan kenyataan, mempertemukan tokoh utamanya dengan pemberontak, dan melibatkan hubungan cinta dengan pejuang perempuan. Keduanya juga menampilkan tawaran pil merah yang disebut dapat membawa sang tokoh kembali ke realitas.
Tampilkan spoiler
Dalam latihan, Neo bertanya apakah ia akan mampu menangkis peluru. Morpheus menjawab bahwa ketika sudah siap, Neo tak perlu melakukannya. Dialog itu terbayar di akhir cerita: setelah menjadi The One, Neo cukup menggerakkan tangan untuk menghentikan peluru.
Tampilkan spoiler
Ucapan Smith, ‘Selamat tinggal, Mr. Anderson!’, saat menembak mati Neo dapat dibaca sebagai penanda lahirnya The One. Pada titik itu, ikatan terakhir Matrix atas dirinya lepas, pikirannya bebas, dan identitas Neo sebagai The One terwujud.
Tampilkan spoiler
Saat dikepung tim S.W.A.T. dalam penggerebekan, Mouse menarik dua senapan otomatis 12-gauge yang digerakkan motor listrik. Masing-masing memakai magasin drum 25 butir dan mampu menembak 900 RPM. John Bowring, penanggung jawab persenjataan produksi, membuat senjata itu khusus untuk film.
Tampilkan spoiler
Warna biru dihindari dalam pengambilan gambar dunia Matrix karena menjadi penanda dunia nyata. Sebaliknya, adegan di dalam Matrix diberi nuansa hijau.
Tampilkan spoiler
Ketika Neo pertama masuk mobil bersama Trinity, Switch menyebutnya ‘Coppertop’. Julukan itu mengacu pada baterai Duracell, merek yang juga diperlihatkan Morpheus saat menjelaskan pemanfaatan manusia sebagai sumber energi.
Tampilkan spoiler
Produksi memakai kembali atap, bangunan, dan set eksterior Dark City (1998). Atap yang dilalui Trinity pada pembukaan, misalnya, sebelumnya dilewati John Murdoch dalam Dark City. Tema manusia yang terkurung dalam ilusi buatan pihak luar juga ada pada kedua film. Kesamaan ini memunculkan tuduhan penjiplakan, walaupun naskah The Matrix telah ditulis jauh sebelum Dark City dirilis.
Tampilkan spoiler
Ketiga Agen mendapat adegan untuk memperlihatkan kemampuan mereka. Brown (Paul Goddard) melompati celah antargedung ketika mengejar Trinity; Jones (Robert Taylor) menghindari tembakan Neo di atap; Smith (Hugo Weaving) menghadapi Neo dalam pertarungan di stasiun bawah tanah.
Tampilkan spoiler
Tampilan pelacak telepon pertama memperlihatkan nomor (3?2) 555-0690, tetapi gerakan kamera membuat digit tengah kode area sulit dibaca. Kemungkinannya mencakup Chicago (312), Delaware (302), atau Semenanjung Florida barat laut (352). Naskah awal menuliskan 312-555-0690. Bersama rujukan lain kepada Chicago, termasuk State street di pusat kotanya, rincian ini mendukung pembacaan kode area 312.
Tampilkan spoiler
Oracle mengatakan Neo belum menjadi The One meski memiliki bakatnya; ia seolah sedang menunggu sesuatu, ‘kehidupanmu berikutnya, mungkin’. Kalimat itu mendapat makna baru di akhir film. Setelah Smith membunuh Neo, Trinity menghidupkannya kembali dan ia akhirnya tampil sebagai The One.
Tampilkan spoiler
Syuting hari pertama merekam bagian di kantor: Neo ditelepon Morpheus, lalu mencoba lolos dari kejaran para Agen.
Tampilkan spoiler
Susunan huruf Neo dapat diubah menjadi one. Anagram itu menghubungkan namanya dengan sebutan the One.
Tampilkan spoiler
Audisi Belinda McClory untuk Switch semula hanya mencakup separuh karakter. Rancangannya menampilkan sosok androgini dengan pemeran laki-laki di dunia nyata dan perempuan di dalam Matrix; pergantian itulah asal nama Switch. Warner Bros. kemudian mengubah konsep tersebut, sehingga McClory memainkan wujud perempuan di kedua dunia. Dalam wawancara bertahun-tahun setelahnya, Wachowskis membahas unsur trans dalam film ini. Mereka ketika pengembangannya juga tengah mempertimbangkan operasi transisi gender; Switch menjadi salah satu kaitannya.
Tampilkan spoiler
Angka-angka ikut membentuk nama dan tempat para tokoh. Neo adalah anagram one, sejalan dengan pertanyaan apakah ia the One. Cypher berarti nol, berakar dari bahasa Arab sifr. Nol dan satu membentuk dasar data biner dalam komputer modern, sekaligus seluruh digit nomor apartemen Neo, 101. Trinity bermakna kelompok tiga, dan kemunculan pertamanya berlangsung di kamar 303.
Tampilkan spoiler
Atasan Neo di Metacortex bernama Rhineheart dan berbicara tentang pilihan ketika mereka bertemu pada awal cerita. Namanya mungkin merujuk kepada Luke Rhinehart, penulis The Dice Man, buku yang juga membahas pilihan.
Tampilkan spoiler
Neo bertanya kepada Choi apakah ia pernah tak yakin sedang terjaga atau bermimpi. Choi menjawab bahwa ia selalu merasakannya karena Mescaline, menyebutnya satu-satunya cara untuk terbang, lalu menyarankan Neo ‘mencabut colokan’. Dialog itu memberi isyarat pada dua kejadian berikutnya: Neo benar-benar dilepaskan dari Matrix dan pada akhir cerita mampu terbang.
Tampilkan spoiler
Saat berlari atau bertarung, para Agen tampak memiliki lapisan keemasan di balik setelan hitam. Detail itu mungkin mengisyaratkan bahwa program di Matrix dapat dikenali lewat cara pandang tertentu. Kemampuan tersebut baru diperlihatkan lebih jelas dalam Matrix: Reloaded, ketika Neo mengamati program bernama Seraph sebelum diizinkan menemui Oracle.
Tampilkan spoiler
Metacortex, perusahaan tempat Thomas Anderson bekerja, dapat dibaca dari dua akar katanya. Webster memberi makna ‘melampaui’, ‘lebih tinggi’, atau ‘menembus batas’ untuk meta-, sedangkan cortex berarti lapisan luar materi abu-abu yang menyelubungi otak. Gabungannya menjadi ‘melampaui batas otak’, selaras dengan perjalanan Neo kemudian.
Tampilkan spoiler
Jaringan kereta di kota dalam film disebut CityRail. Nama itu juga dipakai jaringan kereta komuter Sydney.
Tampilkan spoiler
Senjata pada poster tidak selalu dipakai dalam cerita. Cypher tampak membawa senapan mesin, sedangkan Morpheus memegang pistol; keduanya tidak menggunakan senjata tersebut dalam film.
Tampilkan spoiler
Perintah ‘ikuti kelinci putih’ mengarahkan Neo kepada tato Dujour pada awal film. Wachowskis menjadikannya rujukan pada Alice in Wonderland karya Lewis Carroll: Alice mengikuti kelinci putih ke lubang yang membawanya menuju Wonderland. Morpheus kembali menyebut gagasan ini saat menawarkan pilihan pil biru atau merah. Neo memilih pil merah yang akan membebaskannya dari Matrix.
Tampilkan spoiler
Gambar mesin pemanen tubuh di pembangkit, yang muncul saat Morpheus menjelaskan Matrix, memerlukan satu setengah tahun hingga benar-benar selesai.
Tampilkan spoiler
Sebelum berlatih tanding dengan Morpheus dalam program tempur, Neo mengusap hidung memakai ibu jari. Gerakan mirip kebiasaan Bruce Lee sebelum menyerang itu merupakan improvisasi Reeves.
Tampilkan spoiler
Untuk menghubungi Guns and Ammo, Neo menekan nomor 555-0161.
Tampilkan spoiler
Kepada Morpheus, Agen Smith menyebut manusia sebagai kanker yang menetap di suatu wilayah, berkembang biak, lalu menghabiskan sumber dayanya. Ironinya, dalam The Matrix Revolutions (2003), Smith sendiri menjadi virus yang menelan seluruh program di Matrix.
Tampilkan spoiler
Nomor apartemen Thomas Anderson terlihat sebagai 101 ketika ia membukakan pintu untuk tamu pesta setelah perintah ‘ikuti kelinci putih’. Nomor yang sama memiliki makna dalam novel 1984 karya George Orwell: kamar 101 dipakai Polisi Pikiran untuk menyiksa pembangkang.
Tampilkan spoiler
Neo menyembunyikan barang di dalam Simulacra and Simulation karya Jean Baudrillard, tulisan tentang simulasi dan hiperrealitas dalam pemikiran postmodern. Rongganya berada pada bab On Nihilism. Nihilisme kerap dikaitkan dengan keputusasaan dan keyakinan bahwa hidup tidak memiliki makna. Sebelum membaca skenario, seluruh pemeran utama diwajibkan membaca buku tersebut.
Tampilkan spoiler
Hugo Weaving menggambarkan perubahan Smith sebagai perjalanan dari mesin menuju manusia. Pada pertemuan awal, ia sepenuhnya Agen milik sistem yang mewakili dunia mesin. Sepanjang cerita, Smith makin menampilkan sifat manusia hingga memilih membangkang. Keputusannya mencabut alat komunikasi di telinga menjadi penanda ketidakpatuhan itu.
Tampilkan spoiler
Sekitar menit ke-41, Morpheus menjelaskan Matrix kepada Neo dalam program pemuatan Construct sambil menayangkan kota hancur dan kosong di televisi tua. Kota itu tidak disebut secara langsung, tetapi Twin Towers serta bentuk garis pantai Manhattan menunjukkan New York City. Dua setengah tahun setelah film diputar perdana, menara tersebut hancur dalam serangan 9/11.
Tampilkan spoiler
Tujuan Neo setelah pertarungan di stasiun bawah tanah memakai hotel dan nomor kamar yang sama dengan tempat Trinity menunggu kedatangan polisi pada pembukaan film.
Tampilkan spoiler
Kamera yang mundur setelah baku tembak lobi menangkap sebagian besar sebuah pilar tiba-tiba runtuh. Kejadian itu tidak direncanakan, tetapi hasil gambarnya dipertahankan karena efek yang ditimbulkan.
Tampilkan spoiler
Ponsel bermekanisme pegas dalam film adalah Nokia Stiletto, atau 8110, yang juga dijuluki Banana Phone.
Tampilkan spoiler
Bom lift memakai dua sakelar merkuri sebagai sistem cadangan satu sama lain. Gerakan membuat merkuri menyentuh kontak dan menutup rangkaian listrik sehingga pemicu bekerja. Mekanisme ini juga disebut dalam Lethal Weapon (1987).
Tampilkan spoiler
Pengambilan gambar terakhir merekam Neo tersedot ke danau setelah untuk pertama kalinya dilepaskan dari mesin.
Tampilkan spoiler
Neo dan Trinity gagal melewati pemeriksaan keamanan sebelum baku tembak lobi karena membawa persenjataan lengkap untuk membebaskan Morpheus dan membunuh para penjaganya. Adegan serupa sudah dilakukan Daniel Bernhardt dalam True Vengeance pada 1997, juga dalam upaya menyelamatkan korban penculikan. Bernhardt kemudian ikut tampil dalam waralaba The Matrix dan John Wick.
Tampilkan spoiler
Dari 80 dialog Neo dalam 45 menit awal, 44 berbentuk pertanyaan. Artinya, selama bagian itu ia rata-rata bertanya hampir sekali setiap menit.
Tampilkan spoiler
Helikopter Trinity menabrak jendela yang sebenarnya merupakan bagian dari ruang pemutaran Columbia Pictures di Sydney, Australia.
Tampilkan spoiler
Percakapan Oracle dengan Neo sarat isyarat, terutama tiga kalimat: ‘Your next life, perhaps’, ‘One of you [Neo atau Morpheus] is going to die’, dan ‘Take a cookie. I promise by the time you're done eating it, you'll feel right as rain.’ Dua ucapan pertama berkaitan dengan perubahan Neo menjadi The One setelah menghadapi para Agen di hotel. Tawaran kue dapat ditafsirkan sebagai penyisipan atau pengaktifan Prime Program yang disebut Architect dalam The Matrix Reloaded, sebab kekuatan Neo mulai bangkit setelah ia memakannya.
Tampilkan spoiler
Versi awal skenario memuat lebih banyak umpatan. Dalam film jadi, penggunaan kata berawalan F yang masih tersisa diganti dengan kata berawalan S.
Tampilkan spoiler
Sebuah dialog yang dipotong mengungkap bahwa Neo bukan calon The One pertama pilihan Morpheus. Cypher menjelaskan kepadanya bahwa para kandidat sebelumnya tewas setelah mencoba menghadapi Agen.
Tampilkan spoiler
Pada pengejaran akhir, Neo melintasi apartemen dua perempuan tua setelah Tank menyuruhnya mengambil kiri ‘yang lain’. Televisi mereka menayangkan The Prisoner (1967). Serial akhir 1960-an itu mengisahkan agen rahasia tanpa nama resmi yang diculik, lalu terbangun sebagai tawanan di desa tanpa nama. Gagasannya tentang ‘kita semua adalah tahanan’ selaras dengan situasi Neo yang sedang mencari jalan keluar dari gedung sambil dikejar Agen Smith.
Tampilkan spoiler
Ketika Neo dan Agen di stasiun bawah tanah sama-sama kehabisan peluru, sang Agen berkata, ‘You're empty.’ Selain merujuk pada senjata kosong, kalimat itu dapat dibaca sebagai isyarat bahwa pikiran Neo akhirnya terbebaskan.
Tampilkan spoiler
Neo tiga kali mendapat kesempatan mundur ke kehidupan lamanya. Saat ia hendak turun dari mobil, Trinity mengingatkan bahwa ia sudah mengenal jalan itu dan tahu akhirnya bukan tempat yang diinginkan. Beberapa menit kemudian, Morpheus menawarkan pil biru agar ia bisa kembali dan mempercayai apa pun yang ia mau. Terakhir, Oracle menyatakan bahwa ia belum menjadi The One, mungkin baru pada kehidupan berikutnya. Ketiganya menempatkan pilihan untuk maju di hadapan Neo.
Tampilkan spoiler
Gedung yang dihantam helikopter dibuat pula sebagai model skala 1/4. Model itulah yang diledakkan oleh tim produksi.
Tampilkan spoiler
Di antara sejumlah kesejajaran Kristen dalam cerita, Cypher dapat dibaca sebagai padanan Yudas Iskariot dari Perjanjian Baru. Yudas termasuk dua belas rasul pilihan Yesus, tetapi menyerahkannya demi tiga puluh keping perak meski mengenalnya sebagai Sang Juruselamat. Cypher melakukan pengkhianatan serupa terhadap Morpheus dan perjuangan Zion demi kembali menikmati kenyamanan Matrix.
Tampilkan spoiler
Set dojo sudah dibangun jauh sebelum adegannya direkam. Latihan tarung di sana melibatkan benturan cukup keras hingga Keanu Reeves dan Fishburne sama-sama memar. Cedera leher Reeves sebelumnya membatasi latihan kabelnya; ditambah tekanan fisik pertarungan, ia kesulitan menyelesaikan tendangan tiga kali sesuai harapan dan merasa frustrasi. Pengambilan gambar ditunda. Beberapa hari kemudian ia berhasil melakukannya hanya dalam tiga take. Setelah itu, Yuen Woo-Ping menyesuaikan koreografi: kedua aktor menahan pukulan pada bagian akhir agar terasa seperti latihan, sekaligus mengurangi beban fisik mereka.
Tampilkan spoiler
Gaya bicara pembaca berita tahun 1950-an menjadi acuan Hugo Weaving untuk suara Agen Smith. Laurence Fishburne menyamakannya dengan Walter Cronkite.
Tampilkan spoiler
City Boarding dapat dihubungi lewat nomor 555-0156 dalam film.
Tampilkan spoiler
Pemulihan cedera leher Keanu Reeves membuat sejumlah adegan aksi dipindahkan jadwalnya. Syuting pun dimulai dari bagian yang lebih ringan secara fisik: pertemuan Thomas Anderson di ruang atasan, interogasi, serta perjalanan mobil Neo untuk menemui Oracle.
Tampilkan spoiler
Pertarungan puncak Neo dengan Agen Smith di stasiun bawah tanah membutuhkan sepuluh hari lebih lama daripada jadwal semula.
Tampilkan spoiler
Banyak figuran dalam program latihan Agen merupakan pasangan kembar yang tampak seperti orang sama digandakan di latar. Detail ini menandakan bahwa Mouse mengambil jalan pintas ketika merancang penduduk program tersebut.
Tampilkan spoiler
Trinity (Carrie-Anne Moss) memakai dua Beretta 84FS Cheetah sebagai senjata samping. Ukurannya dipilih untuk menyesuaikan tangan Moss yang kecil; Beretta 92F ukuran penuh akan tampak terlalu besar.
Tampilkan spoiler
Pada pengenalan Neo yang tertidur di depan komputer, berbagai gambar berganti cepat di layarnya. Salah satunya halaman depan surat kabar berbahasa Arab sungguhan, dengan nama yang kurang lebih berarti ‘Tengah Hari’. Berita utamanya membahas perundingan umat Kristen Lebanon dengan Presiden Suriah Al Asaad pada akhir 1990-an.
Tampilkan spoiler
Pembagian warna membantu membedakan ruang cerita. Nuansa hijau pada Matrix meniru tampilan monitor komputer, sementara dunia nyata didominasi biru. Para sutradara membatasi biru dalam Matrix karena mengaitkannya dengan dunia nyata, meski warna itu justru relatif jarang ditemukan di alam. Pertarungan latihan Morpheus dan Neo, yang bukan berlangsung di Matrix ataupun dunia nyata, memakai nuansa kuning.
Tampilkan spoiler
Cypher merujuk pada Wizard of Oz ketika tokoh lain memakai Alice in Wonderland. Perbedaan ini dapat dibaca sebagai petunjuk pandangannya terhadap pengalaman terbangun, sekaligus jaraknya dari kru Nebuchadnezzar. Alice menemukan kebebasan di dunia yang berbahaya dan membingungkan. Sebaliknya, gadis dalam Wizard of Oz terseret ke negeri asing oleh tragedi, diburu karena sesuatu yang tak dimintanya, lalu dipaksa membunuh sambil merindukan rumah. Ketika terbangun di rumah, dunia lain itu terasa seperti mimpi ganjil yang mungkin akan terlupakan. Perbandingan tersebut membantu menjelaskan mengapa Cypher memandang kebebasannya secara berbeda.
Tampilkan spoiler
Keanu Reeves menurunkan berat badan 15 pon dan mencukur seluruh tubuh untuk adegan Neo terbangun di dalam pod. Persiapan itu membuat penampilan Neo tampak kurus kering.
Tampilkan spoiler
Layar komputer menampilkan nama dan gambar berbagai aliran bela diri ketika Tank mengunggah latihan kepada Neo. Urutan kelima bertuliskan Drunken Boxing. Koreografer laga film ini, Yuen Woo-Ping, juga menyutradarai dan menata laga Pendekar Mabuk (1978), film awal Jackie Chan tentang tokoh yang menguasai Zui Chuan atau Drunken Boxing. Daftar unduhan Neo turut mencakup jiu-jitsu, savate, kempo, tae kwon do, dan kung fu.
Tampilkan spoiler
Jamur shiitake dibentuk menyerupai steik setengah matang untuk adegan restoran antara Agen Smith dan Cypher. Pengganti itu dipakai pada gambar lebar atau ketika makanan harus lama dipegang pemain. Joe Pantoliano, pemeran Cypher, merasa mual memakan daging sapi setengah matang. Karena itu, kru juga menyediakan ember agar ia bisa meludahkannya.
Tampilkan spoiler
Sebelum pidato penutup Neo, tak ada bagian ketika Keanu Reeves mengucapkan lebih dari lima kalimat secara beruntun.
Tampilkan spoiler
Pertarungan Trinity pada pembukaan memerlukan sekitar enam bulan latihan dan empat hari pengambilan gambar. Carrie-Anne Moss juga harus bertarung sekitar tiga jam bersama tim kabel dari Hong Kong dalam tes layar awalnya. Wachowskis ingin memastikan para pemain mampu mengerjakan sendiri sebagian besar adegan laga, sesuatu yang belum umum ketika itu.
Tampilkan spoiler
Pil biru dan merah yang ditawarkan Morpheus kepada Neo mewakili pilihan untuk tetap di Matrix atau keluar menuju kenyataan. Setelah memilih merah, Neo terbangun di pod besar berisi cairan merah. Bentuk ini dapat dibaca sebagai pengulangan visual pilihannya: ia berada di dalam semacam ‘pil merah’ raksasa, dikelilingi manusia lain yang terkurung dalam wadah-wadah serupa yang tak terhitung jumlahnya.
Tampilkan spoiler
Adegan Woman in Red memakai banyak pasangan kembar identik sebagai figuran untuk memberi kesan bahwa program latihan mengulang elemen karena sumber dayanya terbatas. Pria tinggi berambut tersisir ke belakang dan berkacamata hitam pada gambar pembuka, misalnya, tampak lagi beberapa detik kemudian sebagai polisi yang menulis tilang parkir.
Tampilkan spoiler
IMI Desert Eagle Mark XIX berkaliber .50 Action Express menjadi senjata samping para Agen, termasuk Agen Smith (Hugo Weaving). Wachowskis sendiri memilih pistol tersebut. Penata senjata John Bowring justru menyarankan pilihan lain dan mengejek Desert Eagle sebagai pistol ‘wanker’.
Tampilkan spoiler
Persiapan dan perencanaan untuk penyelamatan Morpheus memakai helikopter berlangsung lebih dari enam bulan.
Tampilkan spoiler
Pembuat model menghabiskan 12 minggu untuk merakit alat pencabut bug yang dipakai Trinity pada Neo di mobil. Properti tersebut benar-benar memiliki mekanisme yang berfungsi.
Tampilkan spoiler
Warna biru disingkirkan dari gambar eksterior agar dunia Matrix terasa muram.
Tampilkan spoiler
Televisi tua pada bagian awal merupakan model AWA, singkatan Amalgamated Wireless Australia. Nama yang sama muncul lewat AWA Radio Tower, menara putih di atas gedung yang terlihat pada beberapa gambar latar adegan helikopter. Menara itu merupakan salah satu penanda kota Sydney.
Tampilkan spoiler
Kostum Keanu Reeves pada adegan awal di dalam Matrix sengaja tampak lusuh dan tidak pas di badan. Penampilan itu mencerminkan Thomas Anderson yang merasa tidak cocok dengan dunia tempatnya hidup.
Tampilkan spoiler
John Bowring, penata senjata produksi, menjelaskan bahwa senjata Keanu Reeves dalam adegan lobi dan lift merupakan replika plastik ringan. Tiruan MP5K dibuat semirip mungkin dengan aslinya, tetapi hanya berbobot sekitar 150-200 gram supaya Reeves tidak terbebani saat membawanya. Versi lebih berat dipakai bila senjata harus dijatuhkan ke lantai.
Tampilkan spoiler
Dalam pertemuan mereka, Agen Smith menyapa Cypher sebagai Mr. Reagan. Selain Neo, hanya Cypher yang diperkenalkan melalui identitasnya di Matrix sekaligus nama samaran yang dipakainya di dunia nyata.
Tampilkan spoiler
Pertemuan Neo dengan Trinity direkam di klub S&M yang benar-benar beroperasi di Sydney. Pelanggannya sendiri menjadi figuran dan diminta mengenakan perlengkapan milik mereka.
Tampilkan spoiler
Morpheus menaruh pil biru di tangan kiri dan pil merah di tangan kanan saat memberi Neo pilihan. Pada gambar wajahnya dari dekat, kacamata hitam memantulkan kedua tangan seperti cermin sehingga posisi kiri-kanannya tampak terbalik. Detail ini dapat ditafsirkan sebagai pengingat bahwa kenyataan bisa menipu dan patokan persepsi seperti kiri serta kanan pun dapat bergeser.
Tampilkan spoiler
Sejumlah unsur The Matrix menyerupai Terminator: masa depan muram setelah kiamat, penguasaan dunia oleh mesin, dan pejuang yang berusaha membebaskan manusia. Morpheus memimpin kelompok pemberontak melawan mesin serta program Matrix, sementara Neo dipercaya sebagai sosok terpilih yang akan menghancurkan sistem dan mengakhiri perang. Neo, Morpheus, dan Trinity memakai pakaian kulit serta kacamata hitam; Trinity juga mengendarai motor. Neo sendiri bekerja di perusahaan komputer sekaligus menjadi peretas. Agen Smith mampu mengambil wujud orang lain dalam Matrix, dan Minigun termasuk senjata yang dipakai Neo melawan para Agen.
Tampilkan spoiler
Nebuchadnezzar, nama kapal Morpheus, merujuk pada Raja Nebukadnezar II dari Babel dalam Kitab Daniel. Raja ini dikenal atas penaklukan Israel pada masa Alkitab, khususnya Yehuda dan Yerusalem, serta pembangunan Taman Gantung Babel untuk istrinya, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang kini hilang. Dalam Daniel 2:1-49, ia terus mencari arti mimpi yang tak mampu ditafsirkannya. Pencarian itu beresonansi dengan keinginan manusia untuk memahami Matrix dan jawaban yang ditawarkan Morpheus beserta krunya setelah membebaskan pikiran mereka.
Tampilkan spoiler
Pod yang menghubungkan Neo dengan Matrix dibuat tampak kotor, usang, dan mengerikan untuk adegan saat ia terbangun. Namun, uji mekanisme pernapasannya menunjukkan masalah lain: penguji mengalami hipotermia dalam waktu kurang dari delapan menit. Pod pun harus diberi pemanas.